Osteoporosis yaitu suatu dan kekurangan mineral yang abnormal dari
tulang sehingga menjadi lemah, lebih ringan, lebih berpori, serta lebih mudah
terkena kerusakan (patah tulang). Kerusakan kerusakan tulang ini dapat terjadi
dengan sedikit atau tanpa pengaruh kadang kadang hanya karena terlebelit dasi,
tali sepatu atau Karena mencoba membuka jendela menimbulkan mekanik yang cukup
untuk pataah tulang si penderita. Tulang tulang yang paling biasa terlibat
adalah tulang punggung, tulang paha dan pergelangan tangan.
Kasus fraktur setiap tahun lebih banyak terjadi pada wanita
diatas 45 tahun pada basis asteoporosis, pada masa 65 tahun hampir 80 persen
wanita telah kehilangan tinggi 1 sampai 2 inci karena perubahan tiang spiral
semacam ini. Osteoporosis juga mencapai delapan
puluh persen dari semua fraktur tulang paha, dan wanita post menopausal
mempertahankan serangan sepuluh kali sebanyak yang terjadi pada pria dalam
kelompok umur yang sama. Suatu fraktur tulang paha pada wanita lanjut usia
dapat menyebabkan tidak hanya rasa sakit serta keloyoan yang permanen tetapi ia
dapat secara potensial fatal.
Apakah usia lanjut juga tidak merupakan suatu faktor
Osteoporosis?
Tidak sebegitu banyak yang kita pikirkan, wanita yang telah
berusia diatas 50 dan masih mendapat haid memiliki kepadatan sebagaimana pada
wanita muda dari akhir belasan dan dua puluh tahun. Pria jarang mendapat
serangan osteoporosis hingga 80 tahun, dan bahkan dipertimbangkan kurnag
dijumpai daripada yang dialami oleh wanita. Di lain pihak, sekali seorang
wanita berhenti datang bulan maka dengan cepatnya ia akan mulai kehilangan
massa tulangnya, hingga mencapai jumlah satu sampai tiga persen setiap tahun. Selama
kehilangan ini tidak membawa rasa sakit dan kesulitan, maka gejala gejala
biasanya tidak terjadi sampai suatu jumlah krisis kehilangan diderita, jika
tidak diobati, sementara wanita pada akhirnya akan kehilangan sebanyak separuh
dari seluruh massa tulang kerangka tubuh. Wanita yang dikastrasi, yaitu, yang
ovariumnya diambil mendahului menopause secara alami, dan yang tidak diberi
estrogen, menderia kehilangan tulang sebanding dengan usianya.
Pada suatu rata rata, satu dari empat orang wanita akan mendapat
osteoporosis yang berarti dalam sepuluh tahun dari kastrasi atau menopause
apabila tidak dirawat. Untuk alasan alasan yang tidak diketahui, wanita kulit
hitam cenderung mendapat osteoporosis lebih kecil sehubungan dengan usia atau
status hormonal.
Adakah kerusakan tulang secara luas disebabkan oleh
kurangnya estrogen?
Sekalipun hal ini benar bahwa latihan jasmani yang teratur
menu yang baik dengan suplemen vitamin, serta jumlah kalsium yang cukup dapat
menolong memperlambat kerapuhan tulang, kurangnya estrogen pada wanita
postmenopausal adalah merupakan kmungkinan faktor yang paling penting dalam
perkembangan osteoporosis. Namun, fakta yang menunjukan bahwa satu dari empat
wanita akan membuat osteoporosis yang secara klinik, dalam sepuluh tahun dari
menopausal barangkali adalah satu alasan yang paling memaksa untuk terapi
penggantian estrogen, dalam mencegah osteoporosis.
